Lewati ke konten utama

Cara Membaca Collaboration Diagram

Ketika sebuah diagram BPMN punya lebih dari satu Pool, itu disebut collaboration diagram — menggambarkan interaksi antara dua organisasi atau sistem yang berbeda. Membaca collaboration diagram berarti membaca dua (atau lebih) proses internal sekaligus narasi komunikasi di antara keduanya.

Collaboration diagram Nasabah dan Bank yang berinteraksi lewat Message Flow

Cara Membaca: Gabungkan Proses Internal dan Komunikasi

Setiap Pool dibaca dengan Reading Grammar seperti biasa (Task + Lane, Gateway, dst — lihat Cara Membaca Pool dan Lane). Bedanya, sekarang ada elemen tambahan yang menjahit kedua Pool: Message Flow.

Diterapkan ke diagram di atas:

"Nasabah mengajukan Ajukan Pembukaan Rekening. Nasabah mengirimkan Data Nasabah kepada Bank. Bank menerima Data Nasabah dan melakukan Verifikasi KYC. Bank mengirimkan Notifikasi Rekening Aktif kepada Nasabah, proses selesai."

Perhatikan bagaimana narasi ini berpindah-pindah antar Pool mengikuti arah Message Flow — persis seperti membaca percakapan antara dua pihak.

Aturan Baca Message Start Event di Pool Kedua

Kesalahan paling umum pada collaboration diagram: Pool kedua dimulai dengan None Start Event, padahal seharusnya proses di Pool itu dipicu oleh pesan dari Pool pertama.

Cek dua hal ini setiap kali membaca collaboration diagram:

  1. Apakah Start Event di Pool kedua bertipe Message?
  2. Apakah ada Message Flow yang benar-benar masuk ke Start Event tersebut?

Kalau salah satu tidak terpenuhi, prosesnya "tidak tahu kapan harus mulai" — ini kesalahan diagram, bukan salah baca.

Latihan: Ubah Jadi Narasi Percakapan

Cara efektif menguji pemahaman collaboration diagram: ubah menjadi "sequence diagram naratif" — daftar kalimat berurutan seperti percakapan, mengikuti Message Flow bolak-balik antar Pool. Kalau Anda bisa menuliskan urutannya tanpa loncat atau bingung siapa bicara ke siapa, berarti diagram itu (dan pemahaman Anda) sudah benar.

Urutan Membaca yang Disarankan

Collaboration diagram bisa membingungkan karena mata tergoda melompat-lompat antar Pool. Gunakan urutan disiplin ini:

  1. Baca daftar pemainnya dulu — sebutkan semua Pool dan perannya sebelum membaca satu alur pun
  2. Baca proses Pool pemicu sampai Message Flow pertama — biasanya Pool yang punya None/manual Start Event
  3. Ikuti Message Flow ke Pool penerima — pindah "panggung", baca proses internalnya sampai ia mengirim balasan atau selesai
  4. Kembali mengikuti balasan — dan seterusnya, bolak-balik seperti membaca naskah drama dua tokoh
  5. Tutup dengan memeriksa semua ujung — setiap Pool harus mencapai End Event-nya; Pool yang narasinya "menggantung" adalah temuan

Analogi Sehari-hari: Naskah Drama Dua Tokoh

Untuk pembaca non-teknis: collaboration diagram adalah naskah drama. Setiap Pool adalah satu tokoh dengan dialog dan aksinya sendiri; Message Flow adalah momen satu tokoh menyapa tokoh lain. Membaca hanya satu Pool seperti membaca dialog satu tokoh saja — Anda tahu apa yang ia katakan, tapi tidak paham konteks percakapannya. Narasi utuh hanya muncul kalau dibaca berselang-seling mengikuti arah pesan.

Coba Sendiri

Collaboration diagram dua Pool: "Pemohon" dan "Dinas Perizinan". Pool Pemohon: Start → "Ajukan Permohonan" → (Message Flow "Berkas Permohonan" ke Dinas) → Catching Event "Izin Diterima" → End. Pool Dinas Perizinan: None Start Event → "Verifikasi Berkas" → "Terbitkan Izin" → (Message Flow "Izin" ke Pemohon) → End. Ada satu kesalahan — temukan.

Lihat Jawaban

Start Event Pool Dinas bertipe None, padahal prosesnya dipicu berkas dari Pemohon. Message Flow "Berkas Permohonan" masuk ke Pool Dinas, tapi tidak ada Message Start Event yang menerimanya — jadi kapan tepatnya proses Dinas dimulai? Dibaca dengan Reading Grammar, None Start menghasilkan "Dinas memulai proses atas inisiatifnya sendiri" — yang bertentangan dengan kenyataan bahwa Dinas menunggu permohonan masuk.

Perbaikan: ganti menjadi Message Start Event berlabel "Berkas Permohonan Diterima", dan arahkan Message Flow dari Pemohon tepat ke event tersebut.

Pertanyaan Umum

Berapa banyak Pool yang wajar dalam satu diagram? Dua sampai tiga masih nyaman dibaca. Lebih dari itu, pertimbangkan memecah menjadi beberapa diagram per pasangan interaksi — atau jadikan Pool yang kurang penting sebagai black box.

Apakah semua Pool harus digambar lengkap isinya? Tidak — Pool pihak luar yang prosesnya tidak kita kendalikan justru lebih baik digambar kosong (black box). Lihat pembahasannya di Cara Membaca Pool dan Lane.

Bagaimana kalau dua Pool tidak pernah bertukar pesan? Maka keduanya tidak berkolaborasi — pertanyakan kenapa digambar dalam satu diagram. Kemungkinan salah satu seharusnya jadi Lane, atau memang dua proses terpisah yang dipaksakan satu kanvas.


Lanjut ke Cara Membaca Message Flow, atau baca dulu dasar perbedaannya di Cara Membaca Sequence Flow vs Message Flow.

Artikel Terkait

💡

Sudah memahami konsep BPMN?

Wujudkan diagram Anda menjadi workflow automation nyata tanpa coding - dengan AlurKerja, platform BPM buatan Indonesia.