Lewati ke konten utama

Cara Membaca Data Object dan Data Store

Data Object dan Data Store adalah dua elemen kategori Artifact yang menggambarkan informasi yang mengalir di dalam proses — bedanya, satu bersifat sementara (mengikuti alur), satu bersifat permanen (tersimpan).

Data Object berpindah status dari Draft ke Terkirim, terhubung ke Data Store

Data Object: Informasi yang Mengalir Bersama Proses

Data Object digambar sebagai ikon kertas dengan sudut terlipat, dihubungkan ke Task lewat garis titik-titik (Association) — bukan Sequence Flow.

Template Reading Grammar:

[Data Object, input] → "{lane} melakukan {task} menggunakan {data_object}"
[Data Object, output] → "{task} menghasilkan {data_object}"

Diterapkan ke diagram di atas:

"Finance melakukan Kirim Invoice menggunakan Invoice [Draft]. Kirim Invoice menghasilkan Invoice [Terkirim]."

Perhatikan notasi status dalam kurung siku[Draft] dan [Terkirim] menandakan instance data object yang sama, tapi di tahap berbeda. Ini penting dibaca dengan teliti: dua Data Object dengan nama sama tapi status berbeda bukan duplikasi, melainkan menunjukkan perubahan keadaan data sepanjang proses.

Data Store: Informasi Permanen (Database/Tabel)

Data Store digambar sebagai ikon silinder (mirip simbol database), dan berbeda dari Data Object karena isinya bertahan melampaui satu eksekusi proses — bukan sekadar dokumen yang mengalir sekali pakai.

Template Reading Grammar:

[Data Store] → "{lane} membaca/menulis {data_object} dari/ke {data_store}"

Diterapkan ke diagram di atas:

"Finance menulis Invoice [Terkirim] ke Database Invoice."

Kenapa Perbedaan Ini Penting Dibaca dengan Benar

Data Object menjawab pertanyaan "apa yang dipakai/dihasilkan sekali ini", sementara Data Store menjawab "apa yang tersimpan permanen dan bisa diakses proses lain di lain waktu". Auditor dan analis compliance sering butuh membedakan ini secara spesifik — misalnya untuk memastikan data sensitif benar-benar tersimpan di tempat yang tepat, bukan cuma "lewat" dalam satu eksekusi proses.

Analogi Sehari-hari: Berkas di Meja vs Lemari Arsip

Untuk pembaca non-teknis: Data Object adalah berkas yang sedang berpindah dari meja ke meja mengikuti proses — formulir yang diisi pemohon, dibawa ke loket, diperiksa petugas, distempel, lalu selesai bersamaan dengan selesainya urusan hari itu. Data Store adalah lemari arsip — begitu berkas dimasukkan, ia tetap di sana lama setelah urusan selesai, dan bisa dibuka lagi oleh siapa pun (atau proses lain) di kemudian hari.

Pertanyaan pembedanya sederhana: "kalau proses ini selesai, datanya masih ada di mana-mana?" Kalau ikut selesai bersama proses → Data Object. Kalau tersimpan permanen → Data Store.

Membaca Siklus Status Data Object

Notasi status [...] memungkinkan pembaca melacak perjalanan hidup satu dokumen melintasi proses. Contoh siklus lengkap sebuah pengajuan:

Pengajuan [Draft] → Pengajuan [Diajukan] → Pengajuan [Diverifikasi] → Pengajuan [Disetujui] atau Pengajuan [Ditolak]

Setiap Task yang tersambung ke Data Object ini mengubah statusnya satu langkah. Saat membaca, periksa dua hal: urutan status masuk akal (tidak ada lompatan dari [Draft] langsung ke [Disetujui] tanpa verifikasi), dan semua status akhir punya jalur (kalau ada status [Ditolak], harus ada jalur proses yang menghasilkannya — kalau tidak, dari mana status itu muncul?).

Coba Sendiri

Task "Verifikasi Pembayaran" memiliki Association dari Data Object "Bukti Transfer [Diunggah]" dan Association ke Data Object "Bukti Transfer [Terverifikasi]". Ada juga Association ke Data Store "Database Transaksi". Terjemahkan dengan Reading Grammar.

Lihat Jawaban

"Finance melakukan Verifikasi Pembayaran menggunakan Bukti Transfer [Diunggah]. Verifikasi Pembayaran menghasilkan Bukti Transfer [Terverifikasi]. Finance menulis Bukti Transfer [Terverifikasi] ke Database Transaksi."

Tiga template bekerja bersama: input (menggunakan), output (menghasilkan), dan penyimpanan permanen (menulis ke). Dokumen yang sama muncul dua kali dengan status berbeda — itu bukan duplikasi, melainkan perubahan keadaan hasil kerja task tersebut.

Pertanyaan Umum

Apakah Data Object memengaruhi alur proses? Tidak — Data Object (dan semua Artifact) tidak mengubah jalannya token. Ia informasi pelengkap. Menghapus semua Data Object tidak mengubah urutan eksekusi, hanya menghilangkan konteks datanya.

Kapan Data Object layak digambar, kapan tidak? Gambar ketika datanya penting untuk dipahami pembaca: dokumen yang diaudit, input krusial, output yang jadi serah terima antar pihak. Menggambar setiap data kecil membuat diagram penuh sesak tanpa menambah pemahaman.

Apa beda Data Store dengan Pool sistem (mis. Pool "Database")? Data Store adalah tempat penyimpanan pasif di dalam proses. Kalau "database" Anda punya logika sendiri dan bertukar pesan (misalnya sistem lain yang merespons request), ia layak jadi Pool — bukan Data Store.


Lanjut ke Cara Membaca Timer, Signal, dan Escalation Event, atau pelajari dasar notasinya di Artifact: Data Object, Data Store, dan Annotation.

Artikel Terkait

💡

Sudah memahami konsep BPMN?

Wujudkan diagram Anda menjadi workflow automation nyata tanpa coding - dengan AlurKerja, platform BPM buatan Indonesia.