Send Task & Receive Task
Send Task dan Receive Task adalah dua tipe task yang berpasangan — satu mengirim pesan, satu menunggu pesan. Keduanya erat kaitannya dengan Message Event, namun memiliki nuansa penggunaan yang berbeda.
Send Task
Send Task adalah task yang dirancang khusus untuk mengirimkan pesan ke peserta lain.
Simbol: Ikon amplop terisi (filled envelope) di sudut kiri atas
Analogi: Anda duduk, menyiapkan surat, memasukkannya ke amplop, lalu mengirimnya — ini adalah pekerjaan yang Anda lakukan.
Kapan Send Task vs. Message Throwing Event
| Aspek | Send Task | Message Throwing Intermediate Event |
|---|---|---|
| Semantiknya | "Pekerjaan mengirimi pesan" | "Kejadian bahwa pesan dikirim" |
| Ada durasi/effort? | ✅ Bisa ya | ❌ Instan |
| Bisa dipantau/dimonitor? | ✅ Masuk task list | ❌ |
| Bisa gagal dan perlu retry? | ✅ | Lebih rumit |
| Kejelasan diagram | Lebih eksplisit | Lebih ringkas |
Gunakan Send Task ketika:
- Pengiriman pesan adalah "pekerjaan" yang membutuhkan persiapan (menyiapkan konten, format, lampiran)
- Pengiriman bisa gagal dan perlu penanganan error khusus
- Anda ingin menunjukkan bahwa ada effort (waktu, sumber daya) dalam pengiriman
Gunakan Message Throwing Event ketika:
- Pengiriman pesan adalah konsekuensi instan dari suatu kejadian
- Diagram ingin menunjukkan "pada titik ini, pesan dikirim" tanpa menekankan proses pengirimannya
Contoh Send Task
-
Aktor/Lane: Sistem Back-Office
-
Nama Task: Kirim Surat Keputusan Kredit ke Nasabah
-
Langkah Kerja:
- Persiapkan PDF surat keputusan dari template.
- Lampirkan jadwal angsuran.
- Kirim via email dan cetak fisik untuk arsip.
-
Estimasi Durasi: 5 menit (termasuk pembuatan dokumen).
-
Aktor/Lane: Petugas Pengadaan
-
Nama Task: Kirim Purchase Order ke Vendor
-
Langkah Kerja:
- Buat dokumen PO berdasarkan data persetujuan.
- Kirim via email resmi perusahaan.
- Simpan salinan di sistem DMS (Document Management System).
Contoh Diagram Alur Send Task
Diagram berikut membandingkan penggunaan Send Task + Receive Task (baris atas) versus Message Intermediate Event (baris bawah) untuk alur yang secara teknis setara:
Baris atas: Send Task dan Receive Task — menekankan bahwa mengirim/menunggu adalah sebuah pekerjaan yang memiliki durasi dan bisa gagal.
Baris bawah: Message Throwing dan Catching Event — menekankan bahwa pesan adalah sebuah kejadian instan dalam alur.
Receive Task
Receive Task adalah task yang dirancang untuk menunggu dan menerima pesan dari peserta lain.
Simbol: Ikon amplop tidak terisi (outline envelope) di sudut kiri atas
Analogi: Anda menunggu di depan kotak surat sampai surat datang — ini adalah pekerjaan menunggu yang aktif.
Kapan Receive Task vs. Message Catching Event
| Aspek | Receive Task | Message Catching Intermediate Event |
|---|---|---|
| Semantiknya | "Pekerjaan menerima dan memproses pesan" | "Kejadian bahwa pesan diterima" |
| Ada pemrosesan setelah terima? | ✅ Implisit | ❌ Terpisah di task berikutnya |
| Kejelasan diagram | Lebih eksplisit | Lebih ringkas |
| Bisa instantiating process? | ✅ (jika adalah task pertama) | ✅ (Message Start Event) |
Gunakan Receive Task ketika:
- Penerimaan pesan disertai pemrosesan yang segera dilakukan (verifikasi format, logging)
- Anda ingin menekankan bahwa ada effort dalam "menerima" (memeriksa kelengkapan, mengarsipkan)
Gunakan Message Catching Event ketika:
- Penerimaan pesan murni sebagai trigger untuk melanjutkan alur
- Diagram ingin menunjukkan "proses menunggu di sini" tanpa detail
Contoh Receive Task
-
Kirim RFQ ke Vendor (Send Task)
-
Terima dan Catat Penawaran Vendor (Receive Task)
- Verifikasi format penawaran.
- Simpan ke sistem e-procurement.
- Log waktu terima untuk audit trail.
-
Evaluasi Penawaran (User Task)
-
Ajukan Transfer via Internet Banking (Service Task)
-
Terima Konfirmasi Transfer dari Bank (Receive Task)
- Konfirmasi nomor referensi.
- Cocokkan jumlah transfer.
-
Update Status Pembayaran (Service Task)
Instantiating Receive Task
Receive Task bisa berfungsi sebagai pemula proses jika ia adalah elemen pertama dalam proses (menggantikan Message Start Event). Ini disebut instantiating Receive Task.
- Terima Pesanan dari E-Commerce (Receive Task) $\rightarrow$ Memulai proses instance baru.
- Validasi Ketersediaan Stok (Service Task) $\rightarrow$ Berjalan otomatis.
- ...
Bedanya dengan Message Start Event adalah semantik: Start Event lebih eksplisit bahwa "pesan ini yang memulai proses", sementara Receive Task menekankan "pekerjaan menerima" adalah task pertama.
Ringkasan: Kapan Pakai Apa
| Situasi | Rekomendasi |
|---|---|
| Mengirim email notifikasi sederhana | Message Throwing Event |
| Menyiapkan + mengirim dokumen formal (PO, kontrak, surat) | Send Task |
| Proses berhenti menunggu konfirmasi | Message Catching Event |
| Menerima + memverifikasi + mengarsipkan dokumen yang masuk | Receive Task |
| Pesan sebagai trigger instan tanpa effort | Message Event |
| Pesan yang membutuhkan "kerja" saat kirim/terima | Send/Receive Task |
Selanjutnya: Sub-Process →
Artikel Terkait
Sudah memahami konsep BPMN?
Wujudkan diagram Anda menjadi workflow automation nyata tanpa coding - dengan AlurKerja, platform BPM buatan Indonesia.