Parallel Gateway (AND)
Parallel Gateway memungkinkan proses berjalan di beberapa jalur secara bersamaan. Tidak ada kondisi, tidak ada keputusan — semua jalur selalu aktif. Ini adalah cara BPMN memodelkan pekerjaan yang bisa (dan sebaiknya) dilakukan secara paralel untuk mempersingkat waktu proses.
Simbol: Belah ketupat dengan tanda + di tengah
Dibaca sebagai: "Semua jalur aktif sekaligus" / "Kerjakan bersamaan"
Nama lain: AND Gateway, Parallel AND Gateway
Cara Kerja
Parallel Split (Diverging / Percabangan)
Ketika token mencapai Parallel Split, ia dipecah menjadi beberapa token — satu untuk setiap jalur keluar. Semua jalur diaktifkan secara bersamaan, tanpa syarat apapun.
Tidak ada kondisi pada jalur keluar. Ini berbeda dari Exclusive dan Inclusive Gateway — Parallel Gateway tidak punya condition expression. Semua jalur selalu aktif.
Parallel Join (Converging / Penggabungan)
Ketika token dari berbagai jalur tiba di Parallel Join, gateway menunggu semua token sebelum melanjutkan. Begitu semua jalur selesai, satu token baru diteruskan.
[Siapkan Kontrak] ──┐
[Setup Akun] ──┤
◇+──→ [Sambut Karyawan]
[Konfigurasi Email]─┤
[Assign Mentor] ──┘
Gateway tidak akan melanjutkan sampai keempat task selesai — bahkan jika tiga sudah selesai, gateway tetap menunggu yang keempat.
Aturan Penamaan Parallel Gateway
Berbeda dari Exclusive dan Inclusive, Parallel Gateway umumnya tidak diberi label — karena tidak ada keputusan yang perlu dijelaskan. Semua jalur selalu aktif.
Namun jika perlu memberi konteks, gunakan format deskripsi singkat:
| Konteks | Label yang Tepat |
|---|---|
| Split memulai fase paralel | Mulai Proses Paralel atau kosong |
| Join mengakhiri fase paralel | Semua Selesai atau kosong |
| Dalam diagram yang kompleks | Fork: Verifikasi / Join: Verifikasi |
Prinsipnya: Label pada Parallel Gateway bersifat opsional dan bertujuan membantu keterbacaan, bukan menjelaskan kondisi (karena tidak ada kondisi).
Kapan Menggunakan Parallel Gateway
Gunakan Parallel Gateway ketika:
✅ Beberapa pekerjaan bisa dan harus dilakukan secara bersamaan
✅ Pekerjaan tidak saling bergantung (tidak perlu menunggu satu selesai untuk memulai yang lain)
✅ Ingin mempersingkat total waktu proses (throughput time)
✅ Semua jalur selalu aktif — tidak ada kondisi yang menentukan jalur mana
Jangan gunakan ketika:
❌ Ada kondisi yang menentukan jalur mana yang aktif → pakai Inclusive atau Exclusive Gateway
❌ Hanya satu jalur yang perlu dieksekusi → tidak perlu gateway paralel
❌ Urutan antar task penting (task B harus selesai sebelum task C dimulai) → pakai Sequence Flow biasa, bukan parallel
Deadlock: Risiko Utama Parallel Gateway
Deadlock adalah kondisi di mana proses berhenti selamanya karena Parallel Join menunggu token yang tidak akan pernah datang.
Penyebab 1: Jalur yang dimulai dari Parallel Split bercabang ke jalur lain (misalnya melalui Exclusive Gateway) sehingga ada token yang "hilang" sebelum mencapai Parallel Join. Proses akan stuck selamanya menunggu token yang tidak akan pernah datang.
Solusi: Pastikan semua jalur yang dimulai dari Parallel Split selalu berakhir di Parallel Join yang sama.
Penyebab 2: Mencampur Parallel Split dengan Exclusive Join. Exclusive Join langsung melanjutkan saat token pertama tiba — token dari jalur lain tidak tertangani dengan benar.
Selanjutnya: Event-Based Gateway →
[!TIP] Seri Cara Membaca BPMN: Pelajari cara membaca split-join paralel dan kenapa wajib berpasangan di Cara Membaca Parallel Gateway.
Artikel Terkait
Sudah memahami konsep BPMN?
Wujudkan diagram Anda menjadi workflow automation nyata tanpa coding - dengan AlurKerja, platform BPM buatan Indonesia.