Lewati ke konten utama

Aturan Penamaan & Flow Gateway

Aturan Penamaan dan Flow Gateway dalam BPMN 2.0

Diagram BPMN yang benar secara teknis belum tentu mudah dibaca. Penamaan gateway yang baik dan labeling flow yang konsisten adalah perbedaan antara diagram yang bisa dipahami dalam 5 menit dengan diagram yang butuh 30 menit penjelasan.

Halaman ini mengumpulkan semua aturan dan konvensi terkait penamaan gateway dan Sequence Flow yang mengikutinya.


Aturan Dasar: Incoming dan Outgoing Flow

Setiap jenis gateway memiliki aturan ketat tentang berapa Sequence Flow yang boleh masuk dan keluar:

GatewayIncomingOutgoingKondisi pada Outgoing
Exclusive (XOR) — Split12+Wajib ada kondisi (kecuali default)
Exclusive (XOR) — Join2+1Tidak ada
Inclusive (OR) — Split12+Wajib ada kondisi (kecuali default)
Inclusive (OR) — Join2+1Tidak ada
Parallel (AND) — Split12+Tidak boleh ada kondisi
Parallel (AND) — Join2+1Tidak ada
Event-Based — Split12+Tidak boleh ada kondisi

:::tip Minimal 2 outgoing Gateway yang hanya memiliki satu Sequence Flow keluar tidak memiliki fungsi — hapus gateway tersebut dan hubungkan langsung elemen sebelum dan sesudahnya. :::


Penamaan Gateway: Format yang Direkomendasikan

Exclusive dan Inclusive Gateway (Split)

Gunakan format pertanyaan — karena gateway ini membutuhkan jawaban untuk menentukan jalur.

Template: [Subjek] + [kata kerja] + ?

Hindari label yang:

  • Tidak mengandung pertanyaan: "Cek Status", "Kondisi A"
  • Terlalu umum: "Gateway 1", "Decision Point"
  • Mengulang nama task sebelumnya: "Hasil Verifikasi" (sama dengan task sebelumnya)
  • Menyebutkan jawaban di label gateway: "Jika disetujui maka..." (jawaban seharusnya di label flow)

Parallel Gateway

Umumnya tidak perlu label karena tidak ada keputusan.

Event-Based Gateway

Gunakan format yang menggambarkan kondisi menunggu.


Labeling Sequence Flow Keluar

Exclusive Gateway: Jawaban dari Pertanyaan

Setiap jalur keluar harus diberi label berupa jawaban dari pertanyaan gateway.

Inclusive Gateway: Kondisi yang Terpenuhi

Setiap jalur keluar harus diberi label berupa kondisi spesifik yang terpenuhi agar jalur tersebut dapat berjalan.

Parallel Gateway: Nama Jalur (Deskriptif, Bukan Kondisi)

Label di sini bukan kondisi — hanya nama jalur untuk keterbacaan. Jika tidak butuh label, kosongkan.

Event-Based Gateway: Nama Event yang Dinantikan

Label harus menggambarkan event spesifik yang dinantikan pada masing-masing jalur.


Default Flow: Aturan dan Penandaan

Apa itu Default Flow?

Default Flow adalah jalur yang diambil ketika tidak ada kondisi lain yang bernilai true. Setiap Exclusive dan Inclusive Gateway yang memiliki kondisi harus memiliki Default Flow.

Cara Menandai Default Flow

Default Flow ditandai dengan garis miring kecil (slash) di pangkal Sequence Flow, tepat setelah gateway.

Di diagram: Tanda slash // atau \ kecil di awal panah
Di tool (Camunda Modeler): Klik kanan Sequence Flow → "Mark as Default"

Aturan Default Flow

  1. Hanya satu default per gateway — tidak bisa ada dua jalur default
  2. Default tidak memiliki kondisi — ia diambil jika semua kondisi lain gagal
  3. Wajib ada pada Exclusive dan Inclusive Gateway yang memiliki kondisi pada jalur lain
  4. Tidak berlaku pada Parallel Gateway (tidak ada kondisi) dan Event-Based Gateway

Konsekuensi Tidak Ada Default Flow

Jika tidak ada jalur default dan semua kondisi bernilai false:

  • Dalam BPMS: Proses stuck — tidak ada token yang bergerak, proses menggantung selamanya
  • Dalam dokumentasi: Diagram tidak lengkap — pembaca tidak tahu apa yang terjadi di luar kondisi yang terdefinisi

Aturan Tambahan yang Sering Dilupakan

1. Pasangkan Jenis yang Sama untuk Split dan Join

Aturan paling fundamental yang sering dilanggar: pastikan jenis split dan join adalah sama (XOR dengan XOR, AND dengan AND, dst.).

Mengapa ini penting: Setiap jenis gateway memiliki semantik token yang berbeda. Mencampur jenis split dan join menghasilkan perilaku yang tidak terdefinisi — proses bisa berjalan dua kali, token bisa hilang, atau proses bisa stuck.

2. Tidak Ada Gateway dengan Satu Jalur Keluar

Gateway dengan satu jalur keluar tidak memiliki fungsi. Hapus dan hubungkan langsung.

3. Tidak Ada Gateway dengan Satu Jalur Masuk dan Satu Jalur Keluar

Sama dengan di atas — gateway tidak diperlukan.

4. Kondisi Harus Mutually Exclusive pada Exclusive Gateway

Jika menggunakan Exclusive Gateway, pastikan kondisi-kondisi tidak tumpang tindih. Jika tumpang tindih, hasilnya tidak deterministik (bergantung urutan evaluasi).

5. Sequence Flow dari Event-Based Gateway Tidak Boleh Punya Kondisi

Event-Based Gateway menentukan jalur berdasarkan event, bukan kondisi data. Menulis kondisi pada Sequence Flow-nya tidak akan dievaluasi dan menyesatkan.


Panduan Cepat: Checklist Penamaan Gateway

Gunakan checklist ini sebelum menganggap diagram selesai:

  • Setiap Exclusive/Inclusive Gateway memiliki label berbentuk pertanyaan?
  • Setiap Sequence Flow keluar dari Exclusive/Inclusive Gateway memiliki label?
  • Label Sequence Flow adalah jawaban dari pertanyaan gateway?
  • Ada satu dan hanya satu Default Flow pada setiap Exclusive/Inclusive Gateway?
  • Parallel Gateway tidak memiliki kondisi pada Sequence Flow keluarnya?
  • Setiap Exclusive Split berpasangan dengan Exclusive Join (bukan jenis lain)?
  • Setiap Parallel Split berpasangan dengan Parallel Join (bukan jenis lain)?
  • Setiap Inclusive Split berpasangan dengan Inclusive Join yang jelas?
  • Tidak ada gateway dengan hanya satu jalur keluar?
  • Kondisi pada Exclusive Gateway tidak tumpang tindih?

Ringkasan Format Label per Jenis Gateway

GatewayLabel GatewayLabel Flow KeluarKondisi pada Flow
ExclusivePertanyaanJawabanWajib (kecuali default)
InclusivePertanyaanKondisi yang terpenuhiWajib (kecuali default)
ParallelOpsional (deskriptif)Opsional (nama jalur)Dilarang
Event-BasedKonteks menungguNama eventDilarang

Kembali ke: Gambaran Umum Gateway →

[!TIP] Seri Cara Membaca BPMN: Aturan penamaan di halaman ini menjadi fondasi Reading Grammar BPMN — standar menerjemahkan diagram menjadi kalimat baku.

Artikel Terkait

💡

Sudah memahami konsep BPMN?

Wujudkan diagram Anda menjadi workflow automation nyata tanpa coding - dengan AlurKerja, platform BPM buatan Indonesia.