Lewati ke konten utama
Glosarium BPMN.id

Istilah Penting BPMN, BPM, dan Workflow Automation

Definisi ringkas dan faktual untuk memahami istilah inti seputar BPMN 2.0, manajemen proses bisnis, SOP digital, dan otomasi alur kerja di Indonesia.

01

BPMN 2.0

Standar visual untuk memodelkan proses bisnis.

BPMN 2.0 adalah standar pemodelan proses bisnis yang menyediakan notasi visual untuk menggambarkan aktivitas, keputusan, alur, aktor, dan interaksi antar pihak dalam sebuah proses. Standar ini digunakan agar analis bisnis, pemilik proses, pengembang sistem, auditor, dan manajemen bisa membaca diagram yang sama dengan pemahaman yang konsisten.

02

BPM

Pendekatan manajemen untuk mengelola dan memperbaiki proses bisnis.

BPM atau Business Process Management adalah pendekatan untuk merancang, menjalankan, memantau, dan terus memperbaiki proses bisnis organisasi. BPM tidak berhenti pada gambar diagram, tetapi mencakup tata kelola, indikator kinerja, perbaikan proses, dan teknologi yang membuat proses berjalan lebih konsisten.

03

Workflow Engine

Mesin eksekusi yang menjalankan alur kerja berdasarkan aturan proses.

Workflow engine adalah komponen sistem yang menjalankan alur kerja secara otomatis berdasarkan definisi proses, aturan bisnis, status, dan data yang masuk. Dalam implementasi BPMN, workflow engine dapat membaca model proses lalu mengatur penugasan, percabangan, integrasi sistem, notifikasi, dan pelacakan status proses.

04

SOP

Prosedur standar untuk menjalankan pekerjaan secara konsisten.

SOP atau Standard Operating Procedure adalah panduan baku yang menjelaskan langkah kerja, penanggung jawab, dokumen, aturan, dan keluaran dari suatu proses. Dalam konteks BPMN, SOP dapat diterjemahkan menjadi diagram proses yang lebih jelas karena setiap aktivitas, keputusan, dan peran divisualkan secara eksplisit.

05

RPA

Otomasi tugas repetitif berbasis bot perangkat lunak.

RPA atau Robotic Process Automation adalah teknologi untuk mengotomasi pekerjaan digital yang repetitif, berbasis aturan, dan biasanya dilakukan manusia melalui antarmuka aplikasi. RPA cocok untuk tugas seperti input data, salin-tempel antar sistem, pengecekan status, atau pengambilan dokumen, tetapi tetap perlu proses yang jelas agar bot tidak sekadar mempercepat alur yang salah.

06

Low-Code/No-Code

Pendekatan membangun aplikasi dengan sedikit atau tanpa kode manual.

Low-code/no-code adalah pendekatan pengembangan aplikasi yang memakai konfigurasi visual, komponen siap pakai, dan automasi sehingga kebutuhan kode manual menjadi lebih sedikit. Untuk proses bisnis, platform low-code/no-code membantu tim membuat form, workflow, approval, dashboard, dan integrasi lebih cepat, terutama setelah alur prosesnya sudah dimodelkan dengan jelas.

07

Workflow Automation

Otomasi alur kerja lintas orang, data, dan sistem.

Workflow automation adalah otomasi alur kerja yang mengatur perpindahan tugas, data, keputusan, dan notifikasi dari satu tahap ke tahap berikutnya. Berbeda dari otomasi tugas tunggal, workflow automation fokus pada keseluruhan proses, misalnya pengajuan cuti, verifikasi dokumen, persetujuan anggaran, atau layanan administrasi publik.

08

Process Mining

Analisis proses nyata berdasarkan jejak data sistem.

Process mining adalah teknik analisis yang menggunakan event log dari sistem untuk menemukan bagaimana proses benar-benar berjalan di lapangan. Dengan process mining, organisasi bisa membandingkan proses aktual dengan SOP atau diagram BPMN, menemukan bottleneck, variasi alur, pengulangan, dan aktivitas yang tidak sesuai rancangan.

09

ERP

Sistem terintegrasi untuk mengelola operasi inti perusahaan.

ERP atau Enterprise Resource Planning adalah sistem yang mengintegrasikan proses inti perusahaan seperti keuangan, pembelian, penjualan, persediaan, produksi, proyek, dan SDM. BPMN sering dipakai sebelum atau saat implementasi ERP untuk memetakan alur kerja, pembagian peran, approval, dan integrasi antar modul agar konfigurasi sistem sesuai proses bisnis nyata.

10

API

Antarmuka yang memungkinkan sistem saling bertukar data.

API atau Application Programming Interface adalah antarmuka yang memungkinkan satu sistem berkomunikasi dan bertukar data dengan sistem lain secara terstruktur. Dalam workflow automation berbasis BPMN, API biasanya dipakai oleh service task untuk memeriksa data, membuat transaksi, mengirim notifikasi, atau memperbarui status di aplikasi lain.

Mau belajar BPMN dari dasar?

Lanjutkan dari glosarium ini ke jalur belajar terstruktur dan referensi notasi BPMN 2.0.